Catatan Pertemuan Pemangku Kepentingan (Stakeholders) bersama KESBANGPOL Provinsi Jawa Barat Terkait Rencana Aksi Daerah Pencegahan Ekstremisme Kekerasan Mengarah Kepada Terorisme (RAD PE)
EKSTREMISME KEKERASAN: APA YANG BERUBAH?
Catatan Pertemuan RAD PE Jawa Barat
11 Agustus 2026
SLIDE 2 — Kenapa kita perlu membahas ini?
Ekstremisme kekerasan terus berubah mengikuti:
a teknologi
b.dinamika sosial
c. perubahan lingkungan strategis
SLIDE 3 — Jawa Barat juga punya peran
Pencegahan ekstremisme bukan hanya tugas pemerintah pusat.
Pemerintah daerah punya peran melalui RAD PE.
SLIDE 4 — Ancaman ekstremisme sekarang tidak selalu terlihat jelas
Ada 3 klaster yang dibahas:
a. RMVE — Religious
b. IMVE — Ideological
c. NVE — Nihilistic
SLIDE 5 — Anak muda & ruang digital
Paparan kekerasan bisa bermula dari:
a. bullying
b. kekerasan di rumah
c. alienasi
d. konten gore
e. komunitas online
SLIDE 6 — “Salad Bar Extremism”
Anak muda bisa mengonsumsi potongan-potongan ideologi yang berbeda dari media sosial.
Tidak harus mengikuti satu ideologi secara utuh.
SLIDE 7 — Kekerasan bisa dikemas sebagai konten
a. visual menarik
b. humor/meme
c. musik
d. aesthetic
dan → Kekerasan bisa terlihat “keren”, lucu, atau tidak berbahaya.
SLIDE 8 — Memetic Violence
Simbol dan budaya kekerasan dapat:
a ditiru
b.direproduksi
c. berpindah lintas ideologi
SLIDE 9 — Lalu apa yang dilakukan Jawa Barat
RAD PE diarahkan untuk memperkuat: koordinasi, pendidikan,keluarga, komunitas, HAM & keadilan, dan perlindungan perempuan & anak
SLIDE 10 — Masih ada tantangan
a. Data belum sepenuhnya terintegrasi
b. Feedback masih perlu diperkuat
c. Sistem dan aktor perlu semakin terhubung
SLIDE 11 — Roadmap 2026–2029
2026 — BUILD
2027 — CONNECT
2028 — SCALE
2029 — INSTITUTIONALIZE
SLIDE 12 — Penutup
RAD PE bukan hanya urusan pemerintah.
Pemerintah + sekolah + keluarga + CSO + komunitas + anak muda
Bersama-sama membangun Jawa Barat yang damai, inklusif, toleran, dan tahan terhadap kekerasan ekstremisme.
Salam Damai



Komentar
Posting Komentar