Kamis, 02 Juli 2026

Mari Bertemu Kami! (Bagian Kedua)

Hai, teman Muda Bandung!  Pernah gak sih kepikir teman-teman SEKODI Bandung bersama peserta muda lainnya tiba-tiba berkumpul di Taman Wali Kota Bandung? Bebersih taman? Nyiram tanaman? Ambilin sampah berserakan? Atau, tiba-tiba berolah raa bersama, walau yang ini nampak kurang mungkin? (ups)

Atas inisiatif William Umboh (Willy), seorang wakil kepala sekolah di salah satu preschool di Bandung, juga salah satu fasilitator SEKODI Bandung, kami mengajak beberapa teman muda di Bandung untuk mengapresiasi budaya, salah satunya dengan menari. Iya, menari. Kebetulan Willy juga merupakan seorang instruktur tari berpengalaman, khususnya tari tradisional, mau Jawa atau Sunda, dan sering diundang untuk turut menari atau bahkan mengajari publik. 


Pada kesempatan pertama, Willy mengajarkan kami tari 'Bandung", yang terinspirasi dari tari tradisional Sunda, Jaipongan, dan sedikit unsur pencak silat. Diiringi lagu "Bandung"nya Yura Yunita, tari ini merupakan alkulturasi budaya tradisional dengan budaya kontemporer dalam bentuk lagu. Ternyata, memang tidak mudah mempelajari tari dalam waktu singkat, dan kami langsung membayangkan mereka yang telah berkomitmen untuk melestarikan budaya nusantara lewat tari. Tidak melulu masalah gerakan, namun juga pengetahuan filosofi dari makna tari itu sendiri akan membantu kita memperdalam serta memperlancar gerak tari kita. 

Terkait filosofi dan makna tari secara historis, SEKODI Bandung turut mengundang Titik Nurhayati, mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang sedang menempuh program Doktoral di bidang  Arkeologi, untuk memperkaya informasi sejarah danmakna filosofis tari, serta mengapa tari dapat memberikan pengaruh signifikan terhadap perubahan dan perkembangan sosial masyarakat serta politik. Titik juga pernah melakukan riset sebulan penuh di satu daerah provinsi Jawa Tengah untuk melihat peran tari dalam kehidupan masyarakat serta analisa sosial serta dinamika yang terjadi di sana. 


Dan, inilah hasil latihan menari kami.........



Setelah kegiatan di atas, SEKODI Bandung dikontak oleh Bu Neng Hannah, dosen Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. Beliau ingin melibatkan mahasiswa-mahasiswanya dalam kegiatan SEKODI Bandung. Dan, setelah berproses dalam satu pertemuan, maka mereka turut serta meramaikan kegiatan SEKODI Bandung dengan tema pergerakan tubuh, bagaimana mengolah tubuh sehingga kita bisa mengasah perasaan, kepekaan, serta bagaimana meerka dapat memahami situasi dan keberagamana di masyarakat. Siapa lagi instrukturnya kalau bukan Willy. Dalam dua jam pertemuan, ia mengarahkan kami semua mengolah rasa leweat olah tubuh, bagaimana kita bisa merasakan menjadi orang lain dengan dinamika yang mereka hadapi. 


Nantikan kami di bagian selanjutnya, dengan berbagai kegiatan bersama teman-teman muda Bandung.

See You!




 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.